Advertisement (468 x 60px )

Warung Kopi

Posted by Catatan Humla On Wednesday, November 2, 2011 0 comments
Memulai artikel opini saya yang pertama, saya akan membahas tentang kopi, kenapa kopi??? Karena saya orang Aceh. Jangan tanya apa hubungan Aceh dengan Kopi, ntar kalau saya kasih jawaban "yang nanya gitu wawasannya ga ada" kan ga enak dengarnya, hahahahahahaha, just kidding bro, Aceh dikenal sebagai penghasil kopi walau pada kenyataannya hanya satu Kabupaten (sekarang jadi dua akibat pemekaran) yang benar² jadi sentra penghasil kopi, yaitu Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah (Pemekaran Aceh Tengah). 

Orang Aceh identik dengan kopi karena kami sanggup nongkrong lama di warung kopi, jangan bayangkan kami ke warung kopi datang, pesan, minum, bayar dan pulang, ga ada itu. Kalau kami ke warung kopi itu berarti dalam waktu yang benar² luang atau dibikin luang, karena di warung kopi minimal 2 jam kalau datang be-dua, nah biasanya kami ngopi itu satu kelompok yang terdiri dari 5-15 orang jadi kalikan sendiri berapa jam kami nongkrong, hahahahaha. Saya tidak membahas baik atau jeleknya, yang perlu ditekankan itu adalah kenyataan, hari kerja aja warung kopi penuh dengan gerombolan orang² ber seragam apalagi hari libur.

Nah, lalu yang dibahas di warung kopi itu apa aja kok betah ber jam² disana, nah kalau bahasan itu menurut kelompoknya, ada kelompok pengusaha yang tentu ngebahas bisnis dan ngerayu mitra bisnis untuk melakukan kerja sama, ada juga yang lagi rayu kepala dinas supaya dapat proyek, di lain meja ada kelompok mahasiswa yang lagi asik beselancar di internet dengan koneksi WIFI gratis, kalau ditanya lagi ngapain dengan mantap di jawab "Lagi nyari tugas" tapi jujur aja saya ragu atas kebenaran tu jawaban. Nah kami ini kelompok orang ga jelas (Nganggur ga, kerja ga, mahasiswa ga, pengusaha ga, PNS juga ga) kami bahas macam² yang kadang² ga jelas juga, kadang ada manfaatnya kadang malah cuma bisa bikin capek ketawa aja, tapi warung kopi adalah tempat kami berkumpul, bercerita, berbagi masalah dan lain sebagainya.

Saya tidak membantah tentang opini orang² yang mengatakan nongkrong di warung kopi itu cuman buang² waktu, saya tidak akan membela komunitas pencinta warung kopi (karena saya salah satu anggotanya) tapi kita perlu melihat berbagai sudut pandang, jangan karena Anda tidak suka nongkrong di warung kopi anda langsung bilang, yang nongkrong di warkop itu orang² yang malas, yang ini yang itu dan yang lain². Saya tidak setuju orang² berseragam ke warkop pada saat jam kerja, tapi bukan berarti harus membenci semua yang ke warkop, cukup benci orang yang berseragam aja (PNS). Lalu kalau anda tanya apa manfaat nongkrong di warkop, saya akan menjawab sebisanya saya (kalau masih belum cukup kita bisa minta bisa ular).

1. Kita akan bertemu dengan banyak orang dengan latar belakang berbeda, apalagi biasanya pencandu kopi itu selalu datang ke warkop yang sama, tempat bersosialisasi tanpa pandang kelas kalau anda tinggal di Aceh adalah Warkop.

2. Yakinlah wawasan anda akan bertambah, karena semua dibahas di warkop, semuanya (yakinlah itu)

3. Masih banyak manfaat lainnya, cara paling benar adalah dengan datang dan buktikan sendir. :D

 Sekian

0 comments:

Post a Comment